Kisah Angkatan: 1965

Share Post:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Jurusan Metalurgi FTUI, didirikan pada tahun 1965. Ketika itu jumlah mahasiswa 25 orang, sedang kursi yang tersedia sejumlah 30 orang. Pada waktu itu perkuliahan banyak dilakuka bersamaan dengan jurusan Mesin dan tidak bermasalah sampai tingkat dua. Untuk matakuliah Metalurgi, perkuliahan diberikan oleh bapak Poernomosidhi, Bapak Siahaan, Ibu Sriati Djapri, Bapak Rosfian bapak Saronto sampai tingkat 3.
Pada taun ke 4 mulai timbul masalah, karena ada 3 angkatan yang memerlukan tenaga dosen yang banyak.
 Jurusan Metallurgi tidak menerima mahasiswa baru di tahun keempat, bukan karena pimpinan yang ingin menutupnya, tertapi karena nilai kimia yang diperoleh peserta tes adalah 2 (dua). Jika nilai peserta 4 saja, mereka akan diterima .
 Diadakanlah pertemuan antara Jurusan Metallurgi dan Jurusan Mesin. Wakil dari Jurusan Metallurgi, minta supaya Jurusan di tutup saja ,tetapi Jurusan Mesin minta untuk dipertahankan.
 Jurusan Metallurgi mendapat bantuan tenaga pengajar, yaitu bapak Somad dari Aneka Tambang dan bpk Siahaan keluar dari Metallurgi.
Setelah memberi kuliah  satutahun, pak Somad mengusulkan supaya semuamahasiswa Metallurgi pindah ke ITB saja.
Dari 14 sisa mahasiswa Metallurgi ini, 7 (tujuh) mahasiswa pindah keITB ,yaitu:
o EllyPawitan
o Todung
o Harsudi
o Sunara
o Gazi Amin
o Rizal
o Sabarudin
Sisanya, tetapbertahan di FTUI, danmengerjakanTugasAkhir di PINDAD dan Surabaya.
Yang mengerjakanTugasAkhir di PINDAD:
o Asril
o Hendrian
o ZainabKasim
o Murni Asti
Yang mengerjakanTugasAkhir di Surabaya:
o BustanulArifin
o Sutopo
o KusnoDarsono.
Ke 14 mahasiswa ini,adalah angkatan 1 dan angkatan ke-2.
Saat mengerjakan TugasAkhir , saya dan Hendrian menemukan Bentonit didesa Karang Tunggal di Tasikmalaya. Setelah di teliti Bentonit yang ditemukan ini ,dapat digunakan di PINDAD
Setelah itu Dr Rachmantio,hadir membantu jurusan Metallurgi.
Karena ada masalah kepemimpinan di Metallurgi, saya mengusulkan ke bpk Poernomo,melalui Bustanul, karena Bustanul yang kerap bertemu dengan beliau, untuk mengangkat Pak Rachman sebagai Wakil Ketua Jurusan Metallurgi. Usulan ini disetujui dan Jurusan Metallurgi menjadi lebih baik. Jurusaninimenjadilebihcerahdenganhadirnya Pak Mulyono,PakWinatadan Pak Rikyanto.
Kami pun ,mendapat fasilitas penginapan dan kendaraan dari pak Poernomo,untuk kuliah korosi dengan pak Sulaiman di Bandung tiap 2 mingu sekali dan pak Sulaiman bergantian tiap 2 minggu sekal ike UI.
Tahun 1975,kami tamat dan mulai bekerja dan Jurusan Metallurgi membuka penerimaan mahasiswa baru. Setelah bekerja selama 9l,saya dan Sutopo dipanggil pulang ke Jurusan .
Di Jurusan ini, kami mencari uang dengan mengerjakan proye kproyek, diantaranya melakukan penelitian korosi jembatan .Dari hasil mengerjakan proyek ini, Jurusan membuat Laboratorium Kimia yang di kelola oleh saya dan Laboratorium Metalografi yang dikelola Sutopo.
Karena keterbatasan dana, maka mesin poles saya buat sendiri,tidak bagus tapi dapat berfungsi untuk Lab Metalografi. Setelah Laboratorium ini terbentuk, hadir staf stafpengajar baru seperti Bustanul, Todung, Andarmanik, Ronald Tangga, Hendrian dan Kusno Darsono.[ Diceritakan oleh Asril Sukin Mt 65]

Informasi Lainnya

Kisah Angkatan 1975

Saya bercerita tentang pengalamanku tentang Jurusan Metallurgy yang kutekunin selama saya kuliah di FTUI.Sebenarnya aku tidak familiar dengan kata Metallurgy sejak

Selengkapnya >

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *