Kisah Angkatan 1975

Share Post:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Saya bercerita tentang pengalamanku tentang Jurusan Metallurgy yang kutekunin selama saya kuliah di FTUI.Sebenarnya aku tidak familiar dengan kata Metallurgy sejak saya masuk sebagai angkatan 1975.Tetapi karena desakan orang sekelililngku yang mengahruskan aku Sekolah perguruan tinggi.
Saya Masuk Jurusan Metallurgy tahun 1975 dengan nomor angkatan 0475040058 ini adalah nomor mahasiswa ku. Pertama kali kesan ku jurusan ini adalah jurusan termuda di FTUI karena dibukanya seiiring pembangunan kembali Pabrik Baja Trikora pada jaman Orla dan diubah menjadi Krakatau Steel yeng didanai oleh Pertamina yang saat itu Indonesia sedang Booming Minyak dari beberapa lapangan minyak baru yang dikembangkan oleh investor asing dengan sisitem Bagi Hasil.
Masuk di jurusan ini muridnya tidak banyak hanya sekitar 25-27 orang temen angkatan saya.Dan dari berbagai latar belakang awalnya hanya sekitar 19 orang da nada beberapa tambahan sekitar 7-8 orang gelombang kedua dan inilah cikal bakal jurusan metallurgy angkatan pertama yang sebenarnya ada angkatan pertama yang seniornya terdiri dari beberapa Orang.
Hari-hari pertama aku kuliah adalah tidak menentu karena harus ditiipkan ke beberapa jurusan lain yang lebih estasbihed dan lebih banyak mahasiswanya seperti jurusan Mesin, Listrik dan Sipil dan sering ke Fakultas lain seperti FIPIA.2ku dari FIPIA.
Tahun2 pertama aku lalui dengan suka duka dan hanya beberapa dosen Metallurgy yang yang ikut mengajar dan memberi kuliah yang aku masih ku kenal sampai saat ini mereka lah yang sangat berjasa kepada jurusan Metallurgy..siapa dia yang kukenal adalah Pak Saronto sbg sekretaris jurusan metallurgy yang teliti dan aten kepada pekerjaan administrasi. Kemudian ada Mbak Srie yang selalu tampil raph cantik sebagai administrasi jurusan. Dan ada Mas Marmo atau siapa nama lengkapnya saya kurang hafal lalu ada Zainal dan Mas…… dan yang lain-lain yang aktif di Laboratorium
Tahun tahun pertama dapat kulalui dengan baik dan aku naik ketingkat Dua dengan hanya 1 her mata kuliah…. Yaitu mata kuliah Ilmu logam.Tahun pertama dosen ilmu logam dari jurusan Mesin yang diajar oleh Pak Ir Sofian Dahar. Seorang mliter Perwira Angkatan Udara yang dikenal dengan displin nya dimana mulai mengajarkan atom BCC (basic Cubic Center) dan FCC (Face Cubic Center) ingat waktu itu salah satu rekan saya dari jurusan mesin bertanya apa bedanya antara BCC dan FCC dan langsung dijawab dengan Bpk Dosen dengan Kepalan. Satu kepalan beda dengan dua Kepalan nah itu bedanya dalam hati kita sekelas ingin tertawa tetapi tidak berani setelah kuliah kita baru berani tertawa ter-bahak2 sambil menyibir teman kita yang bertanya….. inilah pengalaman pertamaku denga iLmu Logam.
Denga seringnya kita dititpkan kuliah dengan jurusan lain saya mulai banyak temen dari jurusan lain baik dari jurusan Mesin dan Jurusan Elektro yang menjadi akrab dengan kawan2 lain. Dan juga kita mendapat kuliah Mekanika Teknik pada jurusan Sipil dikenal dengan mata kuliah MT pelajaran yang teringat sampai sekarang adalah diagram Cremona dan Kulman. Yang waktu itu merupakan mata kuliah yang favorite dan banyak mahasiswa tidak bisa mengerjakannya sewaktu ujian akhir. Darisinilah pengalamanku untuk projek projek dalam karierku banyak sekali menggunakan pelajaran MT .dan kita pun mendsapat pelajaran unsur mesin bersama jurusan mesin yaitu
pelajaran Paku Keling yang juga menarik tetapi dalam perjalanan mata kuliah ini kurang kupakai karena relevansi pekerjaan yang kurang berhubungan dengan unsur mesin..
Dan beberapa kuliah bersama Fakultas lain FIPIA baik jurusan Kimia maupn jurusan Fisika yang notabene inilah paparan kua yang nantinya banyak terpakai sewaktu saya bekerja. Tidak lupa saya mempunyai banyak teman dari FIPIA-UI yang selanjutnya banyak membantu dalam karier sewaktu bekerja ini….
Disamping pelajaran dasar seperti matematika dan Fisika Kimia kita mendapat pelajaran Mineralogy yang diajar oleh dosen kita sendiri Bapak Saronto yang demikian sabar mengajarkan pelajaran mineralogy yang mendetail .
Karena rumahku jauh dari kawan semua akhirnya kita sering belajar bersama yang kebetulan teman belajar itu anak Metallurgy sendiri yang mempunyai semagat belajar yang tinggi sekali disamping untuk menambah keguyuban kita akhirnya. Dimanakah tempat belajar bersama kita adalah kampus dan asrama yang kebetulan kawan2 semua senang belajar di Asrama Pegansaan karena lokasi nya adil berada di tengah- tengah dan dekat kampius kita Salemba, demikianlah tahun2 pertama saya lewatkan kuliah di Jurusan Metallurgy.
System kenaikan tingkat FTUI ini adalah yang paling sulit dimana tingkat satu dan dua harus ditempuh maksimum dalam 3 tahun,… apa artinya ini… bahwa apabila tingkat satu sudah pernah tidak naik maka di tingkat berikutnya harus naik tingkat apa yang terjadi bila mahasiswa tsb tidak naik dia akan dikeluarkan dari FTUI dan dinyatakan drop-out dan dikenal system gugur… artinya mata kuliah diajarkan satu tahu dan diujii pada akhir tahun pengajaran tidak ada system semester satu atau lainnya apabila Mahasiswa itu tidak naik dia hrs mengulang seluruh mata kuliah. Dan tingkat satu dan dua inilah banyak mahasiswa yang drop-out …. Ini mpengalaman yang paling menyakitkan…..oleh karena itu saya harus ekstra keras belajar agar tidak kena drop out. Dan bisa naik ke tingkat 3 dengan predikat sdh mempunyai jatah tetap sebagai Mahasiswa FTUI dan baru dianggap keluarga besar FTUI yang biasanya disebut Mahasiswa Abadi banyak senior2 ku yang aktif berorganisasi di tingkat 3 keatas yang cenderung kitahanya tahu jurusan nya saja tentang dia tingkat berapa atau kuliah apa kita tidak tahu dan lucunya kita bisa bertemu saat ujian2 akhir tahun bahwa yang bersangkutan ujian mata kuliah yang sama dengan saya, pengalaman ini lah sangat unik saat kuliah di tingkat b3 keatas dan kami tidak mengenal system semester… akhir tahun ujian lulus lalu mengambil daftar kuliah berikutnya sampai tingkat 5 lalu diselilingi Kerja Praktek dan tugas keci yang cukup banyak banyak hanya pada jurusan Metallurgy. Seingat saya kita harus menjalani 1 Praktikum Teknology Mekanik di Bengkel Kereta Api. Dan inilah pengalaman kerja kami sebagai mahasiswa.Dan sempat terbesit di Benak saya bahwa Dunia kerja Jurusan metallurgy adalah kurang bagus karena di bagian yang kotor-kotor dan lusuh karena di Dunia pertambangan seperti Timah Bangka dan tambang nikel baik itu Nikel maupun Tembaga Pura. Sedangkan untuk Industri lainya paling habit yaotu di Krakatau steel dan PINDAD…. Dan semuanya menurut pandanga saya adalah pekerjaan Buruh kasar atau di kuliah disebut Blue Collar Label….
Dari pengalaman diatas sayatertarik ntuk kebagian yang agak bersihan yaitu bagian Physical Metallurgy yang agak sedikit rumit dalam pelajarannya dan terfokus pada pekerjaan2 inspeksi… yaitu berupa DT, NDT atau X-ray dan pekerjaan2 welding inspeksi dan selanjutnay sewaktu saya tingkat 5 ada Laboratorium Baru yaitu Lab Korosi ,,, saya tertarik dan akhirnya bisa masuk sebagai assisten tetapi labortorium baru berdiri saya tidak bisa berperan aktif karena harus disambi kerja sebagai salesman. Di perusahaan Chemical untuk pengerocan logam atau Foundry Engineering dan refractory atau dikenal sebagai Batu Tahan Api.Disamping bekarja saya juga kuliah pada tingkat2 Akhir… yang akhirnya saya dapat Lulus sebagai mahasiswa.
Pengalaman saya saat setelah Lulus hanya bekerja sebagai Salesman barang2 chemical, Refractory dan barang2 kebutuhan boiler pabrik gula dan lainnya.. samapi suatu saat sebagai alumni baru lulus dan penerimaan mahasiswa baru saya diundang sebagai seorang lulusan jurusan Metallurgy dan didalam pertemuan pesta malam itu saya kenal beberapa Junior saya dan temen2 angkatan saya yang sdh lulus datang… mereka sudah bekerja di beberapa instansi seperti Departemen Perindustrian, Dept BKPM dan beberapa di Perusahaan Swasta seperti Swasta Astra dan Krakatau steel saya sendiri yang masih meniti karier Sebagai Salesman.
Banyak Suka dukanya di Jurusan Metallurgy disamping temen yang kurang jadi kita harus menambah wawasan sendiri untuk banyak teman mabaik dari jurusan lain dan Fakultas lain. Inilah tantangan saya dan kita belum punya senior yang sudah mapan baik di perusahaan swasta ataupun pemerintahan jadi kita harus men Sosialisasi atau mengIklankan Diri kita dan Jurusan Metallurgy apa itu Metallurgy di pandangan umum maupun industry-industri yang pada waktu iotu cukup berkembang di era rejim Orde Baru banyak investasi2 asing yang banyak juga lowongan pekerjaaan dan kesempatan untuk jadi wirausahawan di Bidang Mettallurgy tetapi kita masih terbatas jaringannya waktu itu……
Pengalaman setelah lulus sebagai mahasiswa adalah sangat memprihatinkan karena hampir semua kantor dan perusahaan banyak yang tidak mengerti atau tidak tahu apa itu Metallurgy. Pernah saya datang ke suatu Perusahaan Minyak yang waktu itu cukup terkenal dan membawa surat aplikasi dan sewaktu wawancara HRD manager nya bilang Kami tidak membutuhkan jurusan Meteorology anda melamar aja kebagian ramalan Cuaca atau Gunung Brapi sekarang dikenal sebagai BMKG…sehingga saya bingung sendiri dan saya bilang Ibu saya bukan sekolah meteorology tapi metallurgy dan saya minta tolong minyta waktunya sedikit untuk menerangkan apa itu Jurusan Metallurgy dan dia bilang gak punya waktu. Dan jadilah saya menelan ludah sambil mudah2 an orang itu masuk syurga……he… he…
Ada 100 lebih surat lamaran dan aplikasi yang saya layangkan dan mencoba wira usaha kecil2 an dibidang batu tahan api untuk boiler kecil disekitar Industri Jakarta Bogor Depok dan Cibinong… dan cukup berhasil tetapi karena industry untuk itu juga terbatas jadi usaha ini juga terbatas akhirnya pada suatu kesempatan saya membaca di Koran Kompas atau apa saya lupa ada perusahaan yang membutuhkan seorang Metallurgy dank arena saya tidak punya waktu yang banyak saya hanya melamar melalui sobekan kertas yang saya tinggal di respsionis di Perusahaan tersebut. Dan saya tidak mengira hanya dalam waktu sehari saya dipanggil untuk interview….. dan kesempatan itu tidak saya sia2 siakan untuk membuktikan bahwa sekolah saya pun bisa memberi sumbangsih untuk pembangunan di Negeri ini.
Saya tidak mengira kalau interview itu disambut dengan hangat dan tanpa basa basi saya langsung dibawa kelapangan ditunjukan apa apa yang harus dikerjakan dan masih melalui 7 tahap saringan yang cukup menegangkan dan interview hari pertama saya cukup lulus … sambil interview yang ketiga cukup sangat serius. Saya interview oleh seorang Inggris yang basicnya Metallurgy dan setiap pertanyaanya diberi score …dan saya mendapat score 100% dia sampai bilang unbelieveable…… selanjutnya adalah test 2 biasa dan bisa saya lewati dengan mulus …. Dan akhirnya saya bisa bekerja di perusahaan tersebut dan Lulus sebagai karyawan….. perlu diketahiu bahwa ada 24 kandidat yang melamar untuk posisi tersebut dan syukur saya dapat melaluinya dan saya sebagai orang Metallurgy Nasional yang pertama di Perusahaan Tersebut selanjutnya inilah yang membentuk diri saya dalam berkarier …..
Setelah 3 bulan bekerja ada teman saya satu jurusan untuk berkunjung ke kantor saya apa yang dia bilang Aduh Lu elu bisa nipu apa kantor segini besar bisa percaya sama elu…. Elu kan waktu jadi Salesman dan Mahasiswa kerjanya ngomong Prol….prol …prol … hebat elu ya?
…… dia bilang ngaak mungkin elu kena tipu tapi yang pasti elu yang pinter Nipu sambil bercanda….canda …. Dan 8 bulan kemudian saya berangkat Ke Texas untuk sekolah di Bidang Korosi dan kandidat dari Indonesia dan spesifik Jurusan Metallurgy dan saya bisa lalui dengan Strait A baik dan mempunyai kedudukan yang cukup lumayan …. Dan saya mengajar sampai di Texas setiap tahun untuk para engineer2 muda dari seluruh penjuru Dunia aduh bangga waktu itu jerih payah ku akhirnya bisa berhasil …..(Diceritakan oleh Djalu Tjandroso 75)

Informasi Lainnya

Kisah Angkatan 1985

Hohihohaha Teknik Paling Jaya!Dateng di kampus bawa buku tebel-tebelDandanan nyentrik bergaye model professorNgaku di rume berangkat pegi kuliehSampe di kampus nyasarnya

Selengkapnya >

Kisah Angkatan: 1965

Jurusan Metalurgi FTUI, didirikan pada tahun 1965. Ketika itu jumlah mahasiswa 25 orang, sedang kursi yang tersedia sejumlah 30 orang. Pada

Selengkapnya >

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *